Memasyarakatkan Asuransi di Indonesia

4 cara menolak Berasuransi

<div align=”justify”>Ada 4 alasan yang sering dijadikan sebagai alasan untuk tidak membeli alias menolak membeli asuransi.

No Trust
Calon nasabah *belum memiliki kepercayaan kepada perusahaan asuransi*. Bisa jadi karena paradigma lama yang menganggap asuransi adalah penipu. Untuk itu mari kita ajak calon klien untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan asuransi, berikan pemahaman yang diperlukan oleh calon nasabah, perkenalkan perusahaan asuransi tempat agent bekerja. Nasabah juga dipersilahkan untuk ‘window shopping’ terlebih dahulu, melihat2 mana yang cocok dan memberikan keyakinan yang lebih baik.
<!–more–>
No Need
Calon nasabah merasa *belum memerlukan proteksi*. Belum menyadari akan adanya kebutuhan yang pasti akan ia tanggung di masa depan. Nasabah belum menyadari akan adanya resiko yang pasti akan dia tanggung di kehidupannya sekian tahun ke depan. Resiko yang pasti dihadapi yaitu : adanya keluarga yang pasti akan meninggal dunia, masa tua yang pasti akan tiba, dan resiko terjangkiti penyakit kritis yang kemungkinan akan diderita sebagai akibat dari gaya hidup saat ini (misalnya : merokok sehingga kemungkinan penderita penyakit kanker paru). Agent berkewajiban memberikan pemahaman tentang bagaimana asuransi akan menyelamatkan dan membantu kehidupan mereka dimasa depan. Karena bilamana nasabah menyadari urgensi dari sebuah perlindungan, maka asuransi adalah hal pertama yang akan dibelinya.

No Hurry
Biasanya karena kurangnya pemahaman tentang pentingnya asuransi maka calon nasabah *merasa tidak perlu buru2 untuk memproteksi dirinya*. Ada juga yang sudah paham pentingnya namun merasa masih sehat atau masih muda sehingga merasa tidak perlu terburu2 membeli polis. Resiko tidak bicara tua-muda ata usehat-sakit. Resiko dapat menimpa siapa saja dimana saja. Semakin cepat terproteksi maka semakin cepat juga manfaat akan dinikmati.

No Money
Calon nasabah sudah memahami arti pentingnya proteksi namun *terkendala pada biaya*. Asuransi sama halnya dengan menabung. Setiap mereka yang bekerja maka idealnya sisihkan 10-20 % penghasilan untuk tabungan, dan tabungan ini sebaiknya dibagi kedalam 2 pos, yaitu tabungan di bank dan di asuransi. Tabungan di bank untuk proteksi jangka pendek-menengah, sementara di asuransi untuk proteksi jangka menengah-panjang. Bagi mereka yang memiliki keterbatasan dana namun sudah menyadari arti pentingnya asuransi, saran saya adalah : belilah polis yang paling sesuai dengan budget yang anda miliki saat ini. Yang paling memungkinkan adalah asuransi jiwa berjangka/wholelife) dengan Uang Pertanggungan maksimal yang bisa dicapai leh budget Anda. Bicara asuransi jiwa, ini sangat penting untuk melindungi enghasilan bila tejadi resiko meninggal dunia. Untuk itu belilah polis dengan tertanggung adalah pencari nafkah utama terlebih dahulu (sebagai olis pertama), untuk selanjutnya bila ada rezeki dan seiring meningkatnya pendapatan maka bisa membeli polis kedua, ketiga, dan selanjutnya sesuai dengan kebutuhan lainnya (dana pension, dana pendidikan, dll)

Demikian secara singkat saja ulasan mengenai 4 alasan menolak berasuransi. Dalam pada itu, agent yang baik haruslah dapat mencarikan jalan keluar bagaimana agar nasabah dapat terproteksi dengan kendala yang dimilikinya, namun bilamana calon nasabah bersikeras untuk tidak mau diproteksi alangkah
bijaknya bila agent tidak memaksa calon nasabah, yang penting adalah berikan pemahaman secara maksimal, karena yang membutuhkan asuransi adalah calon nasabah, bukan agent

Sumber: Ilnayuti Sari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: