Memasyarakatkan Asuransi di Indonesia

Seorang broker menceritakan bahwa ia mempunyai sebuah kasus klaim atas polis yang menjamin secara Ko-asuransi. Dua dari lima Co-Insurersnya telah menyetujui klaim yang diajukan Tertanggung, akan tetapi mereka tidak dapat melaksanakan pembayaran klaim tersebut karena leader berpendapat lain.

Pada umumnya sebuah obyek dipertanggungkan secara ko-asuransi karena pertimbangan terhadap berbagai faktor, antara lain :

  1. Jumlah pertanggungan yang terlampau besar sehingga Tertanggung merasa perlu menyebarkan risikonya secara langsung kepada beberapa perusahaan asuransi yang dipercaya.
  2. Pembinaan hubungan bisnis yang saling menguntungkan antara Tertanggung dan para Penanggung.
  3. Peningkatan pendapatan retensi premi di dalam negeri
  4. Pemenuhan rasa keadilan Tertanggung kepada para Penanggung
  5. Alasan-alasan politis komersil lainnya.

Diketahui bahwa ada rupa-rupa versi klausul ko-asuransi yang beredar di pasar asuransi umum Indonesia saat ini. Semuanya adalah turunan dari versi asli yang telah ditambah dan/atau diubah oleh para underwriter atau broker. Modifikasi yang dilakukan sedemikian rupa sehingga berakibat hekekat utama dari penjaminan secara ko-asuransi menjadi kabur dan mungkin berubah dari tujuannya.

Di bawah ini kita kutip salah satu Klausul Ko-asuransi yang lazim digunakan di pasar asuransi umum Indonesia dewasa ini :

Co-insurance Clause

  1. Being co-insurers, the under mentioned insurance companies, shall each for themselves and not one for the others, severally and independently have the rights and assume the liabilities in proportion to their shares as mentioned below.
  2. PT XYZ as the representative of the co-insurers shall attend to all matters connected with this co-insurance including collection of insurance premiums and coordination of claims.
  3. Any agreement or decision which may be made between the Insured and PT XYZ in connection with this co-insurance shall be final and binding upon the co-insurers.
  4. Any notice that my be given by the Insured to PT XYZ in writing or otherwise shall be deemed as given to all other co-insurers as well.

Jiwa Klausul Ko-asuransi
Butir 1 menyatakan bahwa sebagai co-insurer, setiap perusahaan asuransi yang disebut dalam klausul ini, akan masing-masing untuk dirinya sendiri dan bukan yang satu untuk yang lainnya, secara terpisah dan mandiri mempunyai hak dan memikul kewajibannya secara proporsi sesuai saham mereka seperti yang tertera dalam klausul ini.

Sesungguhnya butir 1 inilah bentuk asli klausul ko-asuransi yang digunakan oleh pasar di Indonesia pada akhir tahun enampuluhan dan merupakan cikal-bakal dari klausul-klausul ko-asuransi yang digunakan saat ini. Inilah jiwa dan hakekat dari seluruh perjanjian ko-asuransi yaitu. bahwa setiap co-insurer secara sendiri-sendiri dan tidak tergantung pada co-insurer yang lain akan memikul tanggung jawabnya secara proporsi sesuai sahamnya.

Pertimbangan efisiensi
Dalam perkembangannya, berdasarkan pertimbangan efisiensi saat itu, para broker, dengan persetujuan para underwriters telah mengubahnya dengan menambahkan butir-butir 2, 3 dan 4.

Di kala itu teknologi telekomunikasi masih sangat terbatas. Komunikasi melalui telpon masih manual dan sulit mendapat sambungan dengan cepat. Faximile apalagi Email adalah benda-benda yang belum dikenal. Yang ada hanyalah komunikasi melalui telegram dan telex yang juga lamban karena menggunakan line telepon.

Oleh karena itu dirasa perlu untuk menciptakan ketentuan-ketentuan tambahan dengan maksud untuk mempermudah dan menyederhanakan proses kerja. Butir 2 bertujuan untuk menetapkan sebuah perusahaan asuransi yang akan bertindak sebagai perwakilan (reperesentative) para co-insurer yang berfungsi untuk memberi perhatian terhadap (attend to, take care, serve, pay attention, see, look, hang) semua permasalahan yang berkaitan dengan ko-asuransi ini. Termasuk dalam tugas leader adalah penagihan premi asuransi dan koordinasi klaim. Patut dicamkan bahwa fungsi leader ketika terjadi klaim hanyalah berkoordinasi dengan para member dan bukan membuat keputusan untuk para member, Para member secara sendiri-sendiri dan terpisah akan menetapkan apakah ia bertanggung jawab sesuai kondisi polis atau tidak.

Penagihan premi oleh leader untuk kemudian dibayarkan kepada member, dewasa ini pun, ternyata tidaklah praktis. Tidakkah sebaiknya para member menagih langsung kepada Tertanggung atau broker, karena mereka tentu mempunyai transaksi lain di luar polis ko-asuransi ini? Yang pasti adalah mata rantai prosedur menjadi lebih sedikit.

Butir 3 menetapkan bahwa setiap kesepakatan atau keputusan yang dibuat antara Tertanggung dengan leader sehubungan dengan ko-asuransi ini tidak dapat diubah dan mengikat semua co-insurer. Kesepakatan atau keputusan yang dibuat oleh leader di sini hanyalah mengenai hal-hal lain di luar klaim, karena untuk klaim ia hanya bertindak sebagai koordinator dan tidak sebagai pembuat keputusan atas nama para member.

Oleh karenanya, mengingat setiap co-insurer mempunyai kebijakan underwriting dan pengelolaan risiko yang berbeda-beda, maka seorang leader wajib meminta persetujuan dari para member sebelum sesuatu keputusan atau kesepakatan dibuat dengan Tertanggung. Jika, seandainya seorang Tertanggung meminta kepada leader untuk menaikkan jumlah harga pertanggungan atau meminta meperluas jaminannya dengan suatu risiko tambahan maka persetujuan dari para member harus didapat terlebih dahulu. Para member mungkin saja mempunyai kapasitas reasuransi yang terbatas atau mempunyai kebijakan untuk tidak menjamin suatu risiko tertentu.

Butir 4 Setiap pemberitahuan dari Tertanggung kepada leader baik secara tertulis maupun tidak, dianggap telah diberitahukan kepada para member juga. Sekali lagi, ketentuan ini bertujuan untuk mengurangi pekerjaan Tertanggung atau broker. Pada kenyataannya, dewasa ini, komunikasi langsung dengan masing-masing member malahan lebih efisien dan efektif.

Kesimpulan & Saran
Dengan adanya tingkat kemajuan teknologi komunikasi yang berkembang amat pesat dewasa ini, alasan-alasan efisiensi yang mengemuka pada awal tahun tujuhpuluhan tidak lagi relevan saat ini.. Oleh karenanya, butir 2,3 dan 4 dari klausul ko-asuransi yang digunakan secara bervariasi di pasar asuransi umum saat ini hendaknya ditanggalkan sehingga dengan demikian klausul ko-asuransi yang akan berlaku hanyalah rumusan butir 1 dari Co-insurance Clause tersebut diatas yang adalah jiwa dan hakekat dari penjaminan secara ko-asuransi.

EACH FOR THEMSELVES AND NOT ONE FOR THE OTHERS. SEVERALLY AND INDEPENDENTLY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: