Memasyarakatkan Asuransi di Indonesia

JAKARTA: Badan Mediasi Asuransi Indonesia (BMAI) memprihatinkan jumlah sengketa klaim di tingkat ajudikasi yang kebanyakan dimenangi pihak tertanggung, akan menyebabkan tujuan pendirian lembaga itu tidak tercapai. Ketua BMAI Frans Lamury minta perusahaan asuransi anggota lembaga itu untuk serius memperhatikan hal itu.

“Perusahaan seharusnya risau melihat data ini. Perbandingan 4:1 di mana perusahaan akhirnya harus membayar klaim. Kalau selalu seperti itu, masyarakat akan melihat yang baik BMAI, bukan asuransinya. Jadi tugas kami untuk membentuk citra industri asuransi tidak tercapai,” tuturnya di Jakarta kemarin. Menurut Frans, pihaknya saat proses mediasi biasanya sudah memperingatkan perusahaan jika posisinya lemah. Opini itu biasanya tidak melenceng jauh dari keputusan tim ajudikasi.

Selama 2006-2009 BMAI menerima 67 kasus dari asuransi umum, 130 asuransi jiwa dan tiga asuransi sosial sehingga total mencapai 200 kasus. Pada 2009 saja terdapat 39 kasus yakni 22 asuransi kerugian, 16 asuransi jiwa dan satu asuransi sosial.

Dari jumlah itu, kasus yang masuk dalam yurisdiksi BMAI hanya 130 kasus. Dari jumlah itu yang sudah diselesaikan sebanyak 117 kasus yaitu 61 asuransi umum, 53 asuransi jiwa, dan tiga asuransi sosial, sementara 13 sisanya masih dalam proses.

Frans mengakui dari tahun ke tahun kasus yang diterima semakin turun. Itu bisa diartikan tertanggung semakin mengerti prinsip asuransi sehingga paham mengapa klaimnya ditolak. Di sisi lain perusahaan juga semakin berhati-hati dan akan membayar klaim jika memang sesuai dengan yang diatur dalam polis.

Dia mengatakan ada perusahaan yang beberapa kali harus berurusan dengan BMAI. Untuk perusahaan seperti itu, BMAI akan bertemu dengan jajaran direksinya.

Bendahara BMAI Firdaus Anwar mengatakan di sektor asuransi umum lebih dari 50% kasus sengketa klaim terjadi di lini bisnis asuransi kendaraan bermotor.

Sekretaris BMAI Ketut Sendra menyebutkan di sektor jiwa masih didominasi asuransi kesehatan.

Kenaikan limit

Dalam rapat umum anggota pertengahan Desember lalu akhirnya disahkan kenaikan limit sengketa yang ditangani BMAI, yakni Rp750 juta untuk asuransi umum dan Rp500 juta untuk asuransi jiwa dan sosial. Awalnya limit asuransi umum hanya Rp500 juta dan asuransi jiwa dan sosial Rp300 juta.

Angka itu diperoleh berdasarkan usulan anggota yang dihimpun melalui polling.

Dalam polling itu anggota diminta memilih limit maksimal yakni Rp750 juta, Rp1,5 miliar dan Rp2 miliar untuk asuransi umum, dan Rp500 juta, Rp1 miliar, dan Rp1,5 miliar untuk asuransi jiwa.

“Tujuan pendirian BMAI kan untuk masyarakat kecil yang dianggap memiliki kemampuan terbatas membawa sengketanya ke pengadilan, baik dari segi finansial maupun pengetahuan,” tuturnya.

Adapun perluasan fungsi BMAI yang baru sebatas pada sengketa klaim antara penanggung dan tertanggung belum diputuskan. Anggota minta pengurus untuk melakukan analisis ulang.

“Kami perlu data yang lebih banyak untuk menentukan apakah perlu dilakukan perluasan fungsi BMAI,” ujar Frans.

Dia mengakui sempat ada usulan untuk memperluas fungsi menangani sengketa di luar klaim dan di luar hubungan antara tertanggung dan penanggung, misalnya antara sesama penanggung atau antara penanggung dan reasuransi.

Menurut Frans jika itu diterapkan, butuh tenaga ahli baru yang akan menyebabkan membengkaknya biaya dan berdampak pada besaran iuran pada anggota.

Ditulis oleh : Oleh Hanna Prabandari – Bisnis Indonesia
Source :
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/keuangan/1id155159.html

Comments on: "Mediasi Asuransi Mulai Salah Arah" (2)

  1. Ya, setiap juga diharuskan membaca dengan teliti perjanjian yang tertulis di polis asuransi, jangan hanya percaya kepada agen, agar perselisihan atau sengketa dengan perusahaan asuransi dapat dikurangi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: