Memasyarakatkan Asuransi di Indonesia

Tahun 2010 merupakan landasan menuju BINTANG Gemilang

Dalam Public Expose tahunan tahun 2009 yang diselenggarakan pada hari Kamis ,17 Desember 2009, PT Asuransi Bintang Tbk (BINTANG) menetapkan bahwa tahun 2010 sebagai tahun yang ke 55 BINTANG menyediakan jasa asuransi di Indonesia, sekaligus merupakan landasan menuju BINTANG gemilang sebagai lanjutan dari transformasi bisnis yang dilakukan di tahun 2009.

Selama tahun 2009 terjadi penurunan premi bruto yang dipicu dari jalur distribusi Brokers, dimana produk yang mengalami penurunan terbesar adalah Terrorism & Sabotage (T/S) akibat terjadinya perubahan preferensi dari salah satu pelanggan besar yang menggunakan group bisnisnya sendiri. Premi produk synergi sudah mengalami peningkatan selama tahun 2009, namun belum sesuai dengan yang diharapkan. Di lain pihak produk-produk jangka panjang yang telah dibukukan sebagai uang muka premi jangka panjang meningkat dengan pesat dan dapat diproduksi di tahun-tahun kemudian secara otomatis tanpa biaya administrasi menggunakan sistem teknologi informasi terpadu yang dikembangkan BINTANG (Next-G). Untuk tahun mendatang produk serupa diharapkan akan berkembang secara eksponensial.

Beberapa mitra strategis seperti PT Niaga Finance, PT. Bank Bumiputera, PT. Bank Commonwealth, Koperasi Sahabat Sampoerna Group maupun lembaga keuangan lainnya telah mengikat kerja sama untuk menjual Produk Synergi melalui masing-masing jalur distribusi.

Pada tahun ini terjadi klaim yang cukup besar yang menimpa BINTANG, yaitu klaim Hotel JW Marriot dengan eksposure sebesar USD 5 juta. Sebagai komitmen pemenuhan janji kepada tertanggung untuk menanggung klaim, hingga hari ini BINTANG sudah membayar kurang lebih USD 2,3 juta, dimana interim payment pertama dilaksanakan di bawah waktu satu bulan. Sebagai informasi, tertanggung sudah dapat memfungsikan kembali hotelnya dalam waktu yang cepat. Hal ini menunjukan bahwa pemegang polis T/S mendapat manfaat dari kehandalan produk yang dipasarkan BINTANG ini. Prestasi BINTANG yang perlu dicatat pula yaitu penyelesaian pembayaran klaim CV Aroma di Medan sebesar Rp. 76 miliar di tahun 2009 juga berhasil diselesaikan dengan sangat baik. Kedua prestasi, kalau boleh dikatakan demikian tidak luput dari peran dan dukungan reasuradur yang sangat handal dan mempunyai reputasi dan rating yang baik.

Transformasi bisnis diikuti dengan seleksi risiko yang berkesinambungan selama tahun 2009 menghasilkan klaim bersih yang membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam tahun 2008 klaim netto berjumlah Rp 32,7 miliar sedangkan pada akhir tahun 2009 diperkirakan menurun menjadi sebesar Rp 26,8 miliar.

Jatuhnya pasar saham nasional yang telah berdampak negatif terhadap investasi tahun lalu pada tahun ini sudah “re-bound” dan estimasi sampai akhir tahun memberikan exposure positif. Masih dari segi investasi, sebagaimana persetujuan pada RUPSLB tanggal 17 Juni 2009 , pada tahun ini telah dilaksanakan penjualan gedung yang teletak di jalan Majapahit No.30 yang memberikan dampak perbaikan pencapaian batas tingkat solvabilitas (RBC) BINTANG dan pemenuhan ketentuan yang diwajibkan oleh otoritas.

Di sisi teknologi informasi, tahun 2009 merupakan tahun enhancement dari Next-G. Ver 1 ke Ver 2, dan juga terjadi kurva belajar dari para user sistim ini. Sebagai informasi di tahun 2009-pun BINTANG sudah dapat membuat polis di lokasi mitra bisnis. Kemampuan Sistem Informasi untuk melakukan bisnis proses terpadu akan meningkatkan ketepatan dan efisiensi kerja sehingga perkembangan BINTANG ke depan dapat terlayani tanpa harus menambah beban secara linier.

Tahun 2010, sebagai landasan menuju BINTANG gemilang manajemen juga memiliki beberapa program kerja diantaranya melanjutkan menjaga portofolio bisnis dengan menerapkan manajemen risiko secara konsisten, mulai dari akseptasi risiko sampai pemantauan portofolio risiko. Dengan adanya fasilitas real time online maka transaksi dengan para mitra bisnis dapat berlangsung secara lebih efisien tanpa jeda waktu, dan sebagian besar dari kegiatan transaksi tersebut sudah dilakukan oleh mitra di lokasi kerjanya masing-masing.

Marketing dan sales yang didukung proses bisnis secara otomasi akan fokus dengan orientasi outward looking dan melaksanakan pengembangan pasar di Indonesia Timur dan kota-kota kabupaten di Pulau Jawa melalui pembentukan Point of Sales (POS) tanpa harus menyediakan seluruh beban fasilitas sebagaimana umumnya sebuah kantor. Menurut rencana selama tahun 2010 akan dibuka 5 POS baru di Indonesia Timur dan kota kabupaten di Pulau Jawa.

Sebagai tindak lanjut dari penyempurnaan proses bisnis yang berlandaskan real time onlineprocess, maka penyelarasan struktur organisasi BINTANG akan disesuaikan dengan pembagian beban pekerjaan yang proporsional.

Sumber :
http://www.asuransibintang.com/index.php?option=com_content&view=article&id= 119%3Anewsflash-1&catid=3%3Anewsflash&Itemid=88〈=en

Advertisements
%d bloggers like this: