Memasyarakatkan Asuransi di Indonesia

Duduk masalahnya
Seorang Tertanggung berumur 46 tahun yang bekerja di sebuah satu perusahaan patungan bersengketa dengan sebuah Perusahaan Asuransi Jiwa (Penanggung) tentang klaim atas polis asuransi kesehatan perorangan yang dibelinya melalui Agen Asuransi Jiwa tersebut.

Polis Asuransi Kesehatan yang yang dimilkinya menjamin semua biaya pengobatan baik dengan cara rawat-jalan maupun rawat-inap dengan limit Rp.50 juta setiap peristiwa dan selama setahun jangka waktu asuransi.

Biaya operasi juga dijamin kecuali operasi yang dilakukan dengan sistim pembiusan lokal.

Dalam masa asuransi, Tertanggung dirawat-inap di rumah sakit untuk operasi benjolan yang tumbuh di sekitar lehernya yang dapat berdampak pada terganggunya syaraf pita suara.

Total biaya rumah sakit yang dibebankan kepada Tertanggung adalah sebesar Rp.17.200.000.-
Penanggung mengakui klaim Tertanggung dan bersedia membayar sebesar Rp.4.700.000 saja tetapi menolak membayar sisanya karena biaya sisa tersebut adalah biaya operasi yang dilakukan dengan menggunakan sistim pembiusan lokal.

Tanggapan Tertanggung

  1. Tertanggung amat kecewa dengan cara penyelesain klaim ini oleh Penanggung karena Tertanggung sangat percaya sekali dan memegang teguh penjelasan dan janji-janji Agen Penanggung pada saat awal ketika polis asuransi ini ditawarkan kepadanya..
  2. Sedemikian percayanya ia kepada Agen Asuransi tersebut sehingga aplikasi atau Surat Permintaan Asuransi (SPA) yang jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya diisi oleh Agen Asuransi, ditandatanganinya saja tanpa memperhatikan kebenaran dan kelengkapan atas jawaban dan keterangan yang harus diungkapkannya itu.
  3. Tertanggung juga telah melakukan hal ini karena, menurut pendapatnya, pertanyaan dan informasi yang dibutuhkan perusahaan asuransi, sangat banyak, rumit dan susah dipahami.
  4. Tertanggung juga mengakui bahwa atas dasar kepercayaannya kepada Agen Penangggung, ia tidak membaca syarat-syarat dan ketentuan polis.
  5. Sebelum menjalani operasi ini Tertanggung telah menanyakan kepada Agen Penanggung apakah biaya yang timbul dari operasi ini dijamin oleh polis yang dimilikinya yang oleh Agen Penanggung dijawab YA.

Mediasi
Tertanggung mengakui kekurangannya bahwa ia tidak pernah membaca isi polis yang dimilikinya karena sangat percaya akan penjelasan si Agen Asuransi.

Penanggung mengakui bahwa agennya mungkin saja telah menjelaskan produk asuransi terbatas hanya pada manfaat produk yang dipasarkan berikut besaran preminya, dan tidak secara rinci menjelaskan syarat-syarat dan ketentuan lainnya dari polis.

Bagaimanapun juga polis adalah kontrak yang dengan jelas menguraikan semua syarat dan ketentuan, pengecualian, hak dan kewajiban masing-masing pihak. Polis secara tegas menyatakan bahwa biaya operasi yang dilakukan dengan sistem anastesi lokal tidak ditanggung, kecuali anastesi total.

Penanggung telah meminta perhatian Tertanggung dengan melampirkan sebuah Pemberitahuan pada polis yang isinya meminta Tertanggung mempelajari isi polis dengan seksama dan apabila dalam waktu 14 hari polis tidak dikembalikan maka Tertanggung dianggap telah menyetujui semua isi polis itu.

Para pihak bersepakat bahwa Tertanggung dapat menerima keputusan Penanggung untuk hanya membayar klaim perawatan dan pengobatan dan tidak membayar biaya operasi karena benar-benar dikecualikan.

Pembelajaran
Pelajaran apa yang dapat diambil dari pengalaman ini :

  1. Penanggung harus memastikan bahwa para agennya, yang adalah bagian dari dirinya, bekerja secara profesinal.
  2. Penanggung harus memberikan pelatihan yang memadai kepada Agennya secara terus menerus, karena sebagian besar masyarakat masih awam dengan hal ikhwal perasuransian, sehingga apa yang dikatakan atau yang dipresentasikan akan dijadikan sebagai pegangan konsumen atau nasabah asuransi.
  3. Agen Penanggung harus sungguh-sungguh menguasai isi dari produk asuransi yang ditawarkannya.
  4. Agen Penanggung senantiasa harus memperkaya diri dengan pengetahuan asuransi.
  5. Agen Penanggung harus rela meyediakan waktu yang cukup untuk menjelaskan isi produk yang dijual, kendati calon tertanggung terlihat bosan.
  6. Tertanggung patut menyediakan waktu dan mendengarkan dengan baik penjelasan Agen Penanggung.
  7. Tertanggung layak mempercayai apa yang dikatakan Agen tetapi harus dicek silang dengan apa yang tertera di dalam dokumen tertulis yaitu Surat Permintaan Asuransi dan Polis Asuransi.
  8. Tertanggung wajib membaca dan memastikan kebenaran jawaban atas semua pertanyaan yang diberikan sebelum Surat Permintaan Asuransi ditanda-tangani, terutama jika jawaban-jawaban itu ditulis oleh Agen Penanggung. Bagaimanapun juga Tertanggung sendirilah yang akan bertanggung jawab tentang kebenaran jawabannya.
  9. Tertanggung sebagai nasabah yang baik wajib membaca isi polis karena polis merupakan dasar dari kontrak asuransi. Bacalah dalam batas waktu yang diberikan (14 hari) dan jika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan anda atau ada yang tidak/kurang dipahami, kunjungilah Penanggung untuk membicarakannya hingga tercapai kesamaan persepsi.

Sumber : http://www.bmai.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: