Memasyarakatkan Asuransi di Indonesia

Dalam penyelesaian klaim asuransi kendaraan kadang kala selalu di temui hal-hal sebagai berikut :

  1. Biaya perbaikan diganti sepenuhnya (setelah dikurangi resiko sendirian) apabila harga pertanggungan sesuai dengan harga pasaran.
  2. Ditambah dengan ganti kerugian terhadap pihak ketiga (jika ada) atau ganti kerugian terhadap pihak ketiga saja.
  3. Apabila biaya perbaikan mencapai 75% atau lebih dari harga kendaraan, maka klaim akan dibayar secara constructive dari jumlah ganti kerugian dan hal ini dengan syarat bahwa harga pertanggungan sesuai dengan harga pasaran.
  4. Apabila harga pertanggungan di atas harga sebenarnya (over insured), maka ganti kerugian itu setinggi-tingginya harga sebenarnya dari kendaraan tersebut.
    – Misalnya harga kendaraan Rp.20.000.000,-
    – Namun diasuransikan Rp.30.000.000,-
    – Apabila terjadi kerugian total loss, paling tinggi diberi ganti kerugian Rp.20.000.000,- dikurangi resiko sendiri.
  5. Apabila harga pertanggungan di bawah harga pasar (under insured), maka ganti kerugian akan diselesaikan secara Prorata.
    – Misalnya harga pertanggungan di polis Rp.100.000.000,-
    – sedangkan Harga Pasaran Kendaraan adalah = Rp.150.000.000,-
    – Dan terjadi klaim sebesar Rp.10.000.000,-
    Maka apabila ada kerugian akan dibayar dg rumus perhitungan sbb ::
    Walaupun kerugian sebenarnya adalah Rp.10.000.000,- namun yang akan di bayar oleh perusahaan asuransi sebesar Rp.6.666.667 ,-
  6. Dengan ketentuan-ketentuan diatas untuk menjaga perselisihan, pertengkaran atau merasa di tipu oleh perusahaan asuransi sebaiknya tertanggung mengasuransikan seharga pasaran dari kendaraan tersebut
%d bloggers like this: